Jawa Tengah
Infaq sewa asrama rumah kepemimpinan regional surakarta
Bagi Ilham Rian, Rumah Kepemimpinan bukan sekadar program pembinaan. Ia adalah lingkungan yang pelan-pelan mengubah cara hidup.

Sejak bergabung di RK, hampir seluruh aspek hidup Ilham ikut terbentuk. Mulai dari kebiasaan yang lebih tertata, mentalitas yang lebih tangguh, hingga kedisiplinan ibadah yang terus dijaga. Namun, satu hal yang paling ia rasakan dampaknya adalah lingkungan pertemanan yang suportif. Di RK, ia berada di tengah orang-orang yang saling mendorong untuk memaksimalkan potensi, bukan hanya menjadi mahasiswa yang belajar, tetapi mahasiswa yang berprestasi dan berkontribusi.

Namun, proses pembinaan tidak selalu berjalan mulus. Seiring berjalannya waktu, pembinaan hybrid menghadirkan tantangan nyata. Tiga kali dalam seminggu, Ilham mengikuti pembinaan Subuh secara daring selama satu jam. Belum lagi tambahan pembinaan ekstra lainnya. Satu sesi bisa menghabiskan sekitar 1 GB kuota. Dalam sebulan, biaya kuota untuk satu agenda saja sudah cukup membebani, terlebih bagi peserta yang tinggal di kos tanpa WiFi. Gangguan jaringan, cuaca buruk, dan kelelahan akibat terlalu sering bertemu lewat layar kerap menggerus fokus dan semangat.

Ada momen ketika Ilham hampir menyerah. Bukan karena tidak ingin dibina, tetapi karena kendala teknis yang membuatnya tertinggal dari teman-teman. Di saat seperti itu, ia merasa bahwa hambatan semacam ini seharusnya tidak menjadi penghalang bagi proses tumbuh seorang peserta.

Ketika Ilham dan teman-temannya akhirnya bisa tinggal bersama, segalanya berubah. Diskusi tak berhenti saat Zoom dimatikan. Ibadah lebih terjaga. Ide-ide tumbuh dari obrolan sederhana. Dari ruang hidup bersama itu lahir ShAre DWDG, organisasi consulting pertama di UNS yang kini berskala internasional. Dari ruang yang sama, Ilham dan timnya membangun bisnis alat pertanian yang telah menjual lebih dari 1.800 unit dan menjuarai Pertamuda Pertamina, hingga meraih modal usaha Rp125 juta.
Ilham yakin, semua itu tak lepas dari lingkungan tempat ia tumbuh.
Ada banyak Ilham lainnya yang tidak menyerah pada keterbatasan teknis, finansial, maupun situasi, tetapi terus berjuang karena mereka tumbuh di lingkungan yang saling menguatkan. Dan salah satu ruang yang menjaga proses itu tetap hidup adalah asrama.

Asrama Rumah Kepemimpinan bukan sekadar tempat tinggal. Ia adalah instrumen pembinaan. Ruang di mana peserta merasakan living with the giant: hidup bersama, bertumbuh bersama, saling menularkan semangat, dan dibina lewat keseharian, bukan hanya lewat layar. Dari ruang hidup bersama seperti inilah lahir banyak cerita perjuangan dan dampak. Dan hari ini, ruang itu sedang diuji.

Hari ini, kami sedang mengejar target penting: Peserta RK Angkatan 13 Surakarta (25 orang mahasiswa UNS putra) berpotensi tidak berasrama jika dana tidak terkumpul hingga akhir Ramadhan (Maret 2026).
Setiap donasi adalah langkah untuk menjaga agar pembinaan tetap utuh. Agar lebih banyak peserta punya ruang yang membentuk mereka, seperti Ilham. Klik tombol donasi dan bantu mulai dari Rp50.000.