DI Yogyakarta
Infaq sewa asrama rumah kepemimpinan regional yogyakarta putra angkatan 13
Jires menemukan rumah keduanya bukan lewat bangunan megah, tapi lewat satu atap yang membentuknya pelan-pelan.
Bagi Jires Sinaga (Filsafat, UGM), asrama RK bukan sekadar tempat tinggal. Ini tempat ia mengenal diri—dan dari sana, ia makin mengenal Penciptanya. Efeknya terasa sederhana tapi besar: hari-hari jadi lebih ringan untuk berbuat baik, dan ia punya “keluarga baru” yang saling mengingatkan dalam kebaikan.
Ada satu adegan harian yang bagi Jires sangat “RK banget”: WBS bareng. Momen sederhana, tapi di situlah ritme dibangun: kebersamaan, penguatan, dan saling menjaga agar tetap waras dan bertumbuh.

Sejak tinggal di asrama, perubahan paling nyata pada Jires bukan hanya soal jadwal, tapi mental dan cara memandang hidup. Di asrama, ia belajar mengenali kelemahan dan kelebihannya. Dan ketika seseorang mengenal diri, mentalnya tidak gampang goyah. Dari mental yang kokoh, efeknya merembet ke banyak hal: akademik, sosial, organisasi, semuanya lebih “happy” dijalani, bukan karena hidup tanpa masalah, tapi karena ia punya fondasi yang kuat.
Ada masa ketika Jires drop. Dan yang menyelamatkan bukan kata-kata manis, tapi satu hal yang terus didorong oleh RK: sujud kepada Allah. Di asrama, sujud bukan sekadar ritual, tapi jalan pulang saat hati lelah.
Jires bahkan bisa menyebut hal yang paling rapuh kalau hidup sendirian: shalat subuh. Terdengar lucu, tapi justru itu yang jujur. Karena banyak hal besar dalam hidup lahir dari hal kecil yang dijaga konsisten, dan asrama menjaga konsistensi itu lewat lingkungan yang saling menguatkan.
Karena itu, bayangkan jika angkatan berikutnya harus online dan kehilangan asrama. Yang hilang bukan kasur atau tembok, tapi momen mengikat tali keluarga. Dengan satu atap, persaudaraan itu terbentuk pelan-pelan, lebih mudah diikat. Dan ketika ikatan itu sudah jadi, dampaknya melebar: punya teman untuk tumbuh bareng, kerja bareng, saling mengingatkan saat lemah.
Bagi Jires sendiri, kehilangan asrama mungkin tidak mengubah target pribadinya. Tapi ia tahu dampaknya nyata: beban finansial orang tua bisa bertambah karena biaya kos. Dan yang lebih penting: ruang pembinaan yang menjaga ritme dan keluarga itu bisa “padam”.
Padahal, dari ruang seperti inilah lahir banyak capaian nyata. Jires adalah salah satunya:

Awardee P2MW 2024 Kemendikbudristek
Awardee PMW UGM 2024
Finalis Elevator Pitch Business Competition 2024 (Karakter UGM)
Koordinator Bidang Analisis BEM UGM 2025
Penulis 10+ artikel opini & ilmiah di 4+ media nasional

Jires menitipkan satu kalimat untuk kita semua:
“Tolong amankan asrama karena masih banyak calon pemimpin bangsa yang lagi memupuk hidupnya di sana.”
Karena asrama RK bukan biaya. Ia adalah investasi pembinaan—agar lebih banyak Jires lain tetap punya rumah untuk bertumbuh.
Klik tombol donasi dan bantu amankan asrama.